Perjalanan Menuju Keabadian

Sebelumnya, saya sudah menceritakan tentang mengapa kita harus merencanakan 2021 sejak sekarang. Baca ini dulu sebelum anda melanjutkan.

~

Saya tahu, judul seperti ini sudah mulai terdengar membosankan.

Karena sepanjang tahun ini saja, mungkin sudah 4-5 kali saya bikin artikel tentang memulai (kembali) setelah gagal.

Dan saya berdoa, ini adalah tulisan terakhir tentang memulai, karena yang berikutnya kita sudah mulai menjalani.

Mulai dari menyadari posisi dan kondisi saat ini.

Saya adalah orang yang banyak mengalami kegagalan, mungkin bukan seperti pengusaha hebat di luar sana yang gagal bisnis sampai milyaran, atau hancur rumah tangganya, atau hidupnya dikejar-kejar pembunuh bayaran.

Kegagalan saya cuma receh; gagal nyelesain project XYZ, gagal bisnis karena ketipu, gagal membangun tim karena visi saya ga jelas, gagal kerja sama X karena ga cocok, gagal partner-an, bahkan gagal usaha bareng istri karena lebih banyak berdebat daripada beraksi.

Kegagalan saya itu hal yang tidak ‘mengesankan’, karena tidak wah, tapi saya hidup dalam kegagalan tersebut selama 20 tahun terakhir. Karena kegagalan-kegagalan kecil itu, saya tidak pernah merasa sebagai orang gagal sebelumnya. Malah saya merasa hidup saya baik-baik saja.

Saya masih bisa makan, tidur masih nyenyak, sesekali jalan-jalan ke luar kota, mulai bisnis ini-itu tanpa beban karena semuanya terukur dan tidak terlalu beresiko. Everything is fine, all is well.

Tapi, kegagalan yang seperti inilah yang justru melenakan.

Adakah yang ingat cerita monyet lagi nyantai di atas pohon?

Ketika ada angin badai, dia justru waspada dan pegangan erat-erat biar tidak diterbangkan puting beliung. Justru ketika angin sepoi-sepoi, dia malah ngambil earphone, dengerin lagu akustik, sambil ngopi sampai terkantuk-kantuk.

Akibatnya, tentu saja anda tahu, dia jatuh terpuruk.

Dan seperti monyet itulah hidup saya saat ini; nyantai, no challenge, bosenin.

Anda yang membaca cerita di atas, tentu bertanya-tanya; hubungannya dengan saya apa?

Yah, saya tidak tahu pasti. Tetapi yang pasti saya tahu, akan ada saat dimana anda merasa hidup anda baik-baik saja, karena anda sudah merasa ‘telah melewati semuanya’, dan saat itulah anda akan ingat cerita tentang monyet saya.

Saya juga tidak tahu kondisi anda saat ini. Tetapi bila anda sedang mengalami ‘kebuntuan’ dalam hidup, entah karena apa, maka cerita-cerita saya berikutnya mungkin saja bisa menjadi cermin untuk anda melihat dunia, melalui kacamata monyet saya.

Mulai dengan menyadari kemana anda akan pergi.

Sekarang, anda ada di titik A dalam hidup anda. Selanjutnya, anda perlu menentukan ke titik B yang mana anda akan menuju.

Beberapa waktu yang lalu, dalam ‘pengembaraan digital’, saya bertemu dengan sebuah channel Youtube dari seorang dokter muda lulusan Cambridge University di Inggris.

Dokter tersebut membuat sebuah channel edukasi di Youtube, yang akhirnya, ketika dibandingkan, penghasilan yang diperoleh dari Youtube justru lebih besar daripada menjadi dokter, bahkan untuk ukuran standar dokter di Inggris.

Dan yang saya pelajari darinya adalah, ketika membuat channel tersebut, dia tidak memikirkan akan meraih berapa puluh, ratus atau juta subscriber. Dia hanya fokus pada; berapa konten yang bisa dia buat setiap minggu dan bagaimana caranya agar setiap hari dia fokus pada proses membuat konten tersebut.

Itulah kekuatan sebuah sistem. Dan itulah mengapa saya ‘tergila-gila’ untuk membuat Life Operating System (LifeOS) saya sendiri.

Ketika berbicara tentang goal atau tujuan, kita diajarkan untuk fokus membuatnya menjadi sesuatu yang sangat besar dan tinggi, sampai-sampai hati kita tergetar oleh kemegahannya.

Tetapi, kita tidak diajarkan untuk menyusun bata-demi-bata yang membangun gedung itu. Bahkan cara membuat pondasinya pun kita tidak tahu.

Mengetahui apa yang kita mau dan kemana kita menuju adalah hal yang penting, namun juga tak kalah penting, kita mencari tahu bagaimana caranya sampai kesitu, ke tempat yang anda mau.

Kalau mimpi adalah gedung. Maka menyusun bata adalah aktifitas kita sehari-hari. Jangan sampai kita ingin gedung 100 lantai, malah kita menyusun bata untuk bikin jembatan.

Mulai sekarang juga, dengan semua bekal yang telah anda miliki.

Banyak yang mengibaratkan hidup seperti mendaki gunung, perlu persiapan yang matang supaya jiwa dan raga selamat sampai tujuan.

Tapi yang sebenarnya, hidup itu adalah perjalanan menuju mati. Kalaupun kita mendaki, pastinya kita akan memikirkan caranya untuk kembali. Berbeda dengan mati, sejauh ini belum ada cerita orang yang kembali ke dunia dan bercerita apa yang terjadi.

Artinya apa?

Ibarat mendaki gunung kurang tepat, buat orang yang perjalanannya menuju akhirat.

Bekal yang disiapkan pun bukan makanan, tas ransel, power snack dan mental tidak akan menyerah saja, tapi… BANYAK!

Saking banyaknya, otak ‘tercanggih’ kita pun tidak pernah bisa membayangkan bekal apa saja yang diperlukan selama perjalanan nanti. Bahkan mungkin banyak yang tidak sadar, bahwa perjalanan ini telah dimulai sejak bertahun-tahun lalu, dan selama itu pula kita telah mengumpulkan bekal.

Tapi, apakah semua bekal itu cukup? Pendidikan, pengalaman, pekerjaan, kursus, workshop, dan semuanya itu, apakah sudah cukup?

Tidak pernah ada bekal yang cukup, untuk mereka yang berjalan menuju keabadian.

Design vector created by katemangostar

 

Untuk itu, anda tidak perlu terlalu pusing dengan bekal yang belum mencukupi saat ini, karena memang apapun yang anda persiapkan, tidak akan pernah mencukupi untuk menghadapi entah apa yang ada di depan sana nanti.

Tetapi, ada satu bekal yang bisa kita jadikan kunci.

Sebuah kunci yang akan membuka 1001 pintu bekal yang bisa kita temukan di sepanjang perjalanan.

Bekal itu bernama; taqwa.

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197)

Kita akan bahas ini, nanti-nanti. Sekarang, cukuplah saya bertanya kepada anda;

“Apakah anda sudah siap untuk mulai berjalan dengan sungguh-sungguh menuju keabadian?”

Jawab dulu, baru saya akan lanjutkan ceritanya besok.

 

Om Andro

Nomadian, Edutainer, Proudcativist

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

“Kebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.”

Merubah Identitas

“Anda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.”

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

​Full Ebook even includes following

​Donec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​vivera laoeet spien, quis ulla​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​sem mattis a Mae cenas la​

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

​con vallis sit amet cur susne​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​Start with our first chapter, ​Completely free​! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro