Musuh Kita Sebenarnya Adalah Diri Kita Sendiri

Bismillah…

Setiap orang dari kita, memiliki tantangan sendiri-sendiri. Musuh terbesar bukan orang lain, tapi dia yang mukanya terlihat ketika kita bercermin.

~

Sebelumnya saya ingin berterimakasih untuk anda yang telah menyempatkan diri menjawab pertanyaan yang ada di kdinetworks.com/survey.

Jawaban anda sangat bermakna bagi saya, dan tentu saja akan menjadi PR saya untuk membantu anda melewati masalah yang anda hadapi saat ini.

Jadi di kesempatan kali ini, saya akan sharing mengenai masalah terbesar yang saya hadapi ketika mulai bisnis online dulu.
Semoga ini cukup memberikan gambaran untuk anda.

~

Mari kita sepakati dulu, bahwa bisnis online yang dimaksud disini adalah APAPUN yang bisa menghasilkan uang lewat internet. Meskipun belum tentu ia adalah sebuah bisnis dalam arti sebenarnya.

Saya mulai mengenal kata bisnis online sekitar tahun 2006 ketka masih kuliah di Institut Seni Indonesia di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Tantangan pertama yang saya hadapi saat itu, tentu saja adalah tidak adaknya koneksi internet!

Ya, untuk berlangganan Telkomnet Instant saat itu saya tidak sanggup, sedangkan sinyal seluler baru sampai tahap Edge. Jangan dibayangkan lambatnya seperti apa.

Waktu itu, warnet tentu saja menjadi solusi utama, dan setelah beberapa waktu, saya akhirnya bisa menemukan tempat berlangganan RT/RW net yang cukup murah saat itu.

Jadi, bila anda ingin bisnis online, maka handphone, quota atau minimal numpang wifi di angkringan atau tetangga adalah hal pertama yang harus anda lewati.

Jangan kalah sama gamers yang tiap hari berjuang mencari koneksi demi bisa mabar sambil haha-hihi ya…
Kita mau bisnis, bukan main-main.

~

Setelah punya komputer dan terkoneksi ke internet di kos-kosan, apakah masalah selesai?

Tidak. Satu masalah terlewati, beberapa yang lain menghampiri.

Dan yang pertama saya sadari adalah; saya mau ngapain? Mulai dari mana?

Waktu saya memulai dulu, peluang bisnis online belumlah sebanyak sekarang.

Jualan online? Sebagian besar masyarakat belum ngerti dan percaya sama jual-beli lewat internet.

Sekarang semua orang yang punya handphone pernah beli barang lewat online, baik dari marketplace, sosial media dan setidaknya lewat Whatsapp.

Maka pilihan saya jatuh ke membuat blog dan mencoba mencari penghasilan lewat Google Adsense.

Alhamdulillah…

Selama 1 tahun mencoba membuat blog, hasilnya tidak ada… ūüėĄ

Akhirnya, saya menyerah…

Bahkan saya kemudian drop-out dari kuliah.

Dan pulang ke rumah dengan wajah kalah…

~

Selama 2-3 tahun saya akhirnya terjun ke bisnis offline; Jadi distributor pulsa. Ikut MLM ini-itu. Ikut Entrepreneur University yang dibuka di kota Lubuk Linggau.

Setelah dipikir-pikir, tantangan saya saat itu adalah saya tinggal di kota kecil, tidak punya mentor, tidak ada komunitas yang mendukung.

Dan tentu saja tidak ada hasil yang nyata dari bisnis online yang saya geluti.

~

Saya kembali mencoba bergelut di bisnis online di tahun 2010.

Menyadari bahwa saya perlu ‘bahan bakar’ yang cukup untuk bertahan hidup dan merintis bisnis online yang hasilnya belum menentu.

Saya putuskan untuk bekerja sebagai tenaga marketing di sebuah lembaga kursus bahasa Inggris di kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Ada tiga alasan saya bekerja disana;

Pertama, karena ada gajinya yang seberapapun itu pasti membantu.

Bisa dicukup-cukupkan untuk makan. Saya bahkan ngontrak di rumah yang belum jadi, dinding belum diplester, lantai masih tanah padat; yang penting bisa rebahan.

Kedua, karena disana saya bisa numpang belajar bahasa inggris.

Ini adalah satu-satunya cara saya bisa belajar dengan gratis. Karena zaman itu bisnis online masih berkaitan dengan blog, menulis artikel dan Adsense.

Ketiga, tentu saja karena di kantor saya bisa numpang internet gratis.

Hampir setiap malam, ketka kantor sudah tutup, saya jadi ‘satpam cadangan’ karena saya lebih banyak standby di kantor daripada satpam aslinya.

Dua tahun saya jalani kehidupan ini, pada tahun 2012, akhirnya saya berhasil mencapai rekor penghasilan $1000 / bulan pertama saya.

~

Cerita diatas saya tulis bukan untuk mengeluh, tapi mensyukuri kondisi saya saat ini yang jauh lebih baik.

Saya tidak tahu, seberapa ‘terpuruknya’ anda saat ini. Tapi cobalah untuk mengingat kembali fase hidup anda yang dulu jauh lebih parah daripada sekarang.

Dan saat ini, detik ini, sadari bahwa apa yang anda miliki masih jauuuuh lebih baik.

Jelas anda punya koneksi Internet yang cepat.

Anda juga punya komunitas yang mendukung dan memberi semangat.

Ilmu dan mentor sudah banyak bertebaran di Youtube menunggu dilihat.

Anda punya pekerjaan dan penghasilan tetap yang masih bisa diandalkan meski beberapa saat.

Adapun masalah hasil, tergantung dengan usaha dan rezeki yang sudah digariskan untuk kita miliki.

Saya hanya ingin mengingatkan anda, jangan bandingkan hasil yang anda dapat saat ini, dengan milik orang lain.

Karena itulah salah satu cara tercepat untuk merasa de-motivasi dan merasa gagal.

Karena kita memiliki tantangan sendiri-sendiri, maka musuh kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain.

Anda cuma perlu jadi 1% lebih baik dari diri anda yang kemarin..

… Bukan berkompetisi dengan orang lain.

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

‚ÄúKebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.‚ÄĚ

Merubah Identitas

‚ÄúAnda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.‚ÄĚ

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

‚ÄčFull Ebook even includes following

‚ÄčDonec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

‚ÄčMorbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

‚Äčvivera laoeet spien, quis ulla‚Äč

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

‚Äčsem mattis a Mae cenas la‚Äč

‚ÄčMorbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

‚Äčcon vallis sit amet cur susne‚Äč

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

‚ÄčStart with our first chapter, ‚ÄčCompletely free‚Äč! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro