Mengenal Level Kegagalan Dan Bagaimana Solusi Agar Bangkit Dari Kegagalan Secepatnya!

Go Big, Or Go Home

Tentu anda pernah mendengar slogan itu, dan entah bagaimana, rasanya termotivasi karenanya.

Seolah, dengan kita punya goal yang BESAR, maka peluang sukses kita juga jadi besar…

Tapi tidak demikian.

Tahukah kalau slogan tersebut populer di kalangan penjudi?

Dimana mereka mempertaruhkan uang terakhir mereka habis-habisan, dengan cuma dua pilihan; menang atau kalah. Titik.

Dan sayangnya, hidup bukanlah meja judi, tidak selamanya menang itu menang, dan kalah itu kalah.

~

Dari kecil, kita diajarkan untuk memiliki impian setinggi langit. Lalu kita bekerja keras untuk mewujudkannya. Dan kalau gagal, maka kita akan dicap sebagai orang yang kurang tekad, atau kurang gigih, atau kurang konsisten.

Ketika gagal mencapai sesuatu, kita cenderung menyalahkan diri sendiri, lalu jatuh terpuruk, dan butuh waktu yang lama untuk bangkit kembali.

Kita juga diajarkan untuk tidak mudah menyerah dan terus mencoba tanpa lelah, padahal dalam hati kita selalu bertanya, apakah ini kita sudah benar melangkah?

Albert Einstein berkata, “Kegilaan adalah melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda”.

Berapa kali kah kita harus mengulang-ulang sesuatu sebelum kita di cap sebagai orang gila?

~

Tiga (3) Level Kegagalan Yang Jarang Diketahui Orang

 

Sebelum membahas lebih jauh, baiknya kita kenali dulu Level Kegagalan.

 

Pertama, kegagalan di Level TAKTIK (HOW)

Disini anda gagal karena memang CARA anda melakukan sesuatu belum benar. Atau anda malas melakukannya meski sudah tahu caranya.

Kebanyakan orang paling sering gagal di titik ini, disinilah letaknya shiny object syndrome, yaitu gagal karena selalu mencari CARA terbaik, metode terbaik, jurus rahasia dan lainnya.

Mudahnya, gagal dalam level taktik itu sebenarnya adalah kegagalan dalam eksekusi.

 

Kedua, kegagalan di Level STRATEGI (WHAT)

Selanjutnya, adalah kegagalan di level APA. Caranya mungkin sudah benar, Mengapanya juga sudah jelas, tapi peluang atau kendaraan yang anda ajak kebut-kebutan salah.

Sehebat apapun Michael Schumacher, dia tidak akan bisa menang balapan F1 menggunakan bajaj.

 

Ketiga, kegagalan di level VISI (WHY)

Kegagalan di level ini lebih bersifat internal, anda gagal memahami MENGAPA anda ingin mencapai sebuah tujuan. Atau anda tidak punya visi yang jelas terhadap hidup anda. Atau anda tidak merasa puas dengan tujuan yang sudah ditetapkan orang lain untuk anda.

 

~

Setelah mengetahui ternyata gagal ada levelnya, baru ingat-ingat kembali, kemarin anda gagal di level yang mana?

Kalau belum paham sama level-levelan ini, memang akan terasa ada dua nasehat yang bertentangan.

Di satu sisi, ada yang bilang kalau mau berhasil, kita harus tekun dan konsisten, jangan menyerah, fokus dan jangan pindah-pindah.

Tapi di sisi lain, ada Einstein tadi yang bilang kalau kita bisa gila kalau melakukan hal yang sama, terus menerus, tapi mengharapkan hasil yang berbeda.

‘Jadi, harus gimana dong?’

Yang lebih benar adalah anda pahami dimana level gagal anda, lalu gunakan solusi yang sesuai dengan levelnya.

~

Solusi untuk gagal di level taktik adalah menciptakan sebuah sistem atau standar operasi kerja (SOP) yang jelas. Dengan mempunyai alur kerja yang terbukti berhasil akan memudahkan anda untuk mengulangi keberhasilan tersebut.

Ada 3 cara untuk memperbaiki sistem kerja anda:

1. Catat detail proses, langkah demi langkah, dari apa yang anda kerjakan.

Mengapa McDonalds bisa punya 35.000 cabang di seluruh dunia dan tetap saja rasanya sama di sebuah negara? Karena mereka punya SOP yang terdetail se-dunia. Mereka punya checklist untuk apapun yang mereka kerjakan. Sehingga mudah dilakukan bahkan oleh karyawan yang baru masuk sebulan.

2. Ukur hasilnya, catat angka-angkanya.

Sebuah pertandingan basket tidak akan seru kalau tidak ada papan angka yang menunjukkan skor. Kalau anda adalah pebisnis, maka setiap hari anda harus catat berapa jumlah leads yang masuk dan berapa yang berhasil di-closing-kan. Bila anda ingin jadi content creator, anda perlu mengukur seberapa sering anda mempublish content. Semua ada angkanya. Catat. Ukur.

 

3. Evaluasi dan perbaiki langkah yang salah setiap saat.

Tidak ada sebuah cara atau metode yang bertahan selamanya. Jadi memperbaiki suatu cara seharusnya menjadi sebuah lifestyle yang anda punya. Semua orang sukses selalu ‘menyerah’ ketika sebuah cara atau metode tidak berhasil di eksekusi di lingkup kerja mereka.

Ketahuilah, bila anda gagal di level ini, maka itu adalah kegagalan yang sangat wajar. Bukan anda yang gagal, tapi SISTEM kerja anda yang belum benar.

Tanda anda sudah memiliki sistem yang berhasil adalah makin lama, makin sedikit usaha yang diperlukan untuk mencapai sesuatu. Atau dalam bisnis, semakin lama anda semakin tidak terlibat dalam operasional sehari-hari.

 

~

Berbeda dengan sebelumnya, gagal di level strategi akan lebih terasa berat, karena yang gagal adalah produk atau pekerjaan yang tidak sesuai dengan visi anda.

Contoh mudahnya, bila saat pandemi ini anda memulai anda memulai bisnis di bidang travelling, itu akan lebih menantang dibanding membuka ghost kitchen atau menjadi supplier frozen food.

Bagaimanapun, anda tidak akan tahu APA yang berhasil atau gagal untuk anda sebelum melakukannya. Berikut ini beberapa cara untuk memperbaikinya:

1. Luncurkan produk atau buka bisnis secepatnya.

Disini berlaku hukum ‘launch fast, fail fast’, atau luncurkan secepatnya dan gagal secepatnya. Kalau anda ada ide bisnis, segera eksekusi dan buka agar anda tahu apakah ide anda berhasil atau tidak, alih alih menunggu 10 tahun untuk menyempurnakannya.

2. Lakukan dengan biaya seminimal mungkin.

Anda tidak perlu langsung mengeluarkan biaya seabrek diawal untuk membuat sebuah produk. Lebih baik anda coba produk jual dulu produk kompetitor yang sudah ada di pasaran. Lalu sembari mengumpulkan database pelanggan, anda bisa catat apa saja kekurangan produk yang ada tersebut, lalu perbaiki, lalu luncurkan produk milik anda sendiri.

3. Perbaiki atau ganti yang tidak berhasil.

Istilah kerennya sih Pivot. Di level ini, jangan terlalu cinta dengan produk anda. Karena produk pertama anda belum tentu akan menjadi produk paling sukses. Selalu adaptasi dengan tren dan perubahan.

Jadi kalau strategi anda salah, produk anda belum tepat, jangan terlalu diambil hati. Terus perbaiki namun tetaplah berada di VISI anda sendiri.

~

Terakhir, apabila memang yang menyebabkan anda gagal adalah VISI yang tidak sesuai dengan aksi yang anda lakukan. Anda perlu benar-benar mengevaluasinya. Karena 1 derajat saja pesawat melenceng dari jalur penerbangan, dia bisa mendarat di negara yang berbeda dari tujuan semula.

Perbaiki visi anda dengan melakukan beberapa hal berikut:

1. Tentukan arah hidup. Apa misi anda di dunia ini?

Apa manfaat yang ingin ada berikan kepada umat manusia? Kalau anda belum pernah memikirkannya secara mendalam, inilah saatnya. Karena tanpa mengetahui ‘WHY’ anda, anda akan hidup dalam bayang-bayang orang lain. Anda akan hidup demi tujuan orang lain.

2. Putuskan mana yang penting dan tidak bisa dinegosiasi.

Miliki prinsip yang tidak bisa dibeli, berapapun harganya. Nilai apa yang penting bagi anda? Apakah uang? Apakah jabatan? Ataukah kebahagiaan? Anda harus tahu mana yang rela anda korbankan, dan mana yang anda pertahankan mati-matian.

Tegaslah dalam hal yang prinsip, tapi fleksible terhadap apa dan cara.

3. Terima kritik yang membangun.

Kalau anda sudah punya tujuan hidup yang benar, entah bagaimana, tetap akan ada yang mengkritik APA yang anda lakukan. Dan itu wajar. Jangan anggap itu sebagai tanda kegagalan, tapi jadikan tanda untuk melakukan evaluasi dan adaptasi.

~

Setelah mengetahui di tahap mana anda gagal, barulah anda bisa memutuskan solusi mana yang akan anda ambil.

Orang yang berhasil akan fokus pada visinya untuk berkontribusi pada dunia, tapi tidak akan menyerah pada percobaan pertama.

Seperti yang Thomas Alva Edison katakan ketika ditanya tentang kegagalan;

‘Saya tidak gagal. Saya menemukan 10.000 cara yang tidak berhasil’

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

“Kebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.”

Merubah Identitas

“Anda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.”

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

​Full Ebook even includes following

​Donec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​vivera laoeet spien, quis ulla​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​sem mattis a Mae cenas la​

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

​con vallis sit amet cur susne​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​Start with our first chapter, ​Completely free​! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro