Cara Menjadi Digital Entrepreneur Tanpa Repot Bikin Produk Sendiri

Suatu hari di sebuah Workshop…

Saya datang jauh-jauh dari Lubuklinggau ke Jakarta, buat ikut workshop, yang bagi saya waktu itu harganya cukup mahal.

Tentunya, datang dengan PEDE, karena saya sudah jadi Business Owner (self acclaimed, not yet proven).

Maklum ya, waktu itu kayaknya udah hebat banget, padahal cuma punya website yang jual produk orang lain.

Pokoknya, waktu itu saya pengen punya bisnis gede, pengen Scale Up, biar keren.

Lalu, saya pun memberanikan diri bertanya ke Mentor….

“Pak Mentor, gimana caranya biar bisnis saya ini bisa besar?”

Pak Mentor bertanya, “Produkmu apa?”

“Saya punya produk A, B dan C,” Jawab saya bangga.

“Produk A ini adalah passion saya Pak, dan ini bakalan begini-begini,” Saya nambahin.

Pak Mentor manggut-mangggut, lalu dia menjawab dengan santainya…

“Ganti produkmu,ini nggak bisa di Scale Up.”

Jederrrrrrr! Saya mlongo dong.

Dalam hati, saya bertanya-tanya;

“Apa salah dan dosaku sayang,
Produk suciku kau buang-buang…”

Saya sih emosi waktu itu, tapi tetep aja tersenyum.

Tau ga? Senyum sopan dengan mata kosong yang menerawang jauh itu…

~

5 years later…

Dulu saya nggak tau, kenapa Pak Mentor ngomong begitu. Tetapi, sekarang saya mulai bisa memahami…

Memang ada beberapa produk yang tidak bisa di Scale Up. Mungkin karena keterbatasan produksi, permintaan yang turun, atau justru malah produk saingan yang membludak.

Anyway… Saya akhirnya belajar lagi dan menemukan bahwa ketika mulai bisnis, ternyata ada beberapa hal yang bisa dijadikan titik awal…

Pertama, Mulai Dari PRODUK-nya.

Mungkin anda kenal sama produsen atau supplier sebuah produk? Nah, itu bisa jadi titik awal untuk bisnis.

Contohnya, saya mengawali @kaosdakwahislami.id karena kenal dengan produsen tangan pertama.-nya.

Untuk bertemu dengan mereka, anda bisa ikut workshop, atau pameran UMKM, atau googling aja dengan kata kunci “produsen + produk + di kota x”

Kedua, Kenal Dengan MARKET-nya.

Berikutnya, anda bisa mengawali bisnis kalau sudah ketemu market, atau pasarnya.

Market disini artinya; sekelompok orang, atau perusahaan yang memiliki kebutuhan spesifik. Bukan market dalam artian fisik kayak pasar tradisional.

Misalnya, sekelompok orang yang butuh uang, itu namanya Make Money Market. Kalau sekelompok orang yang mau sehat, namanya Health Market.

Market bisa juga diartikan dengan INDUSTRI-nya.

Ketiga, Punya Solusi Untuk PROBLEM-nya.

Problem atau masalah itu adalah titik awal yang paling gurih buat digarap, kalau anda bisa menyediakan SOLUSI-nya.

Orang butuh uang tambahan, solusinya bisnis ABC.

Orang mau sembuh dari sakit, solusinya produk XYZ.

Jadi anda temukan masalah yang ada, dan ciptakan solusinya, jadi deh bisnisnya.

Bahkan, ada yang bisa menciptakan masalah, lalu menjual solusinya. Keren kan?

Lalu, mana yang terbaik?

It depends on your resource.

Ketika baru awal mulai, yang paling penting adalah; mulai aja dulu.

Tapi kalau mau ngikutin, pendekatan saya dimulai dari menentukan MARKET-nya dulu, lalu mencari PROBLEM yang ada di market tersebut, trus jual SOLUSI-nya dalam bentuk sebuah PENAWARAN atau OFFER, bukan PRODUK.

Apa itu OFFER?

Stay tune ya… That is a story for the next time…

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

“Kebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.”

Merubah Identitas

“Anda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.”

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

​Full Ebook even includes following

​Donec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​vivera laoeet spien, quis ulla​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​sem mattis a Mae cenas la​

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

​con vallis sit amet cur susne​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​Start with our first chapter, ​Completely free​! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro