Cara Membuat Kebiasaan Baru Bertahan Lebih Sebulan

Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri, mulailah sekarang juga.

~
Anda masih ingat? Sudah berapa hari sejak Ramadhan berlalu?

Bila anda seperti saya, yang memanfaatkan momentum Ramadhan untuk kembali ‘Back On Track’, maka anda pasti tahu kalau besok adalah tepat sebulan kita meninggalkan Ramadhan.

Pertanyaannya, berapa banyak kebiasaan baik di bulan Ramadhan yang masih menempel saat ini?

Masih tadarrus baca qu’ran?
Solat malam enggak terlewat, kan?
Sedekah masih jalan?

Atau kebiasaan kecil seperti bangun pagi lebih awal, jalan-jalan sore sambil olahraga atau hal sepele yang lainnya, apakah masih dipertahankan?

Kalau anda termasuk seperti saya, yang ingin sekali mempertahankan kebiasaan selama bulan Ramadhan, pasti merasakan betapa susahnya hal tersebut untuk dilakukan.

Iya kan?

~

Saya sudah berkali-kali mencoba membangun habit atau kebiaasaan produktif. Dan berkali-kali pula saya gagal.

Dulu, hampir setiap awal tahun saya beli agenda baru, untuk ‘rencananya’ saya isi dengan berbagai catatan dan jurnal selama setahun berikutnya. Dan biasanya, baru sampai lembar ke 20, agenda tersebut sudah tidak terisi lagi.

Bahkan, kalau anda cukup intens menyimak email yang saya kirim selama 2-3 tahun belakangan, maka anda akan tahu setidaknya ada 7 kali saya melakukan ‘restart‘, alias mulai dari NOL.

Hari ini pun saya dapat reminder dari Facebook, tentang tulisan saya tahun lalu, waktu saya mencoba kembali membuat target 100 hari menulis setelah Ramadhan. (Yang lagi-lagi gagal sebelum sebulan berjalan)

Saking seringnya gagal dalam membangun kebiasaan baru, saya sampai merasa cukup Expert atau Ahli dalam kegagalan.

Dan saya merasa tidak produktif sama sekali.

~

Tapi pagi ini berbeda…

Setelah hampir sebulan berlalu, saya cukup bangga kalau akhirnya saya bisa ‘bertahan’ hampir 30 hari setelah lebaran.

Saat jalan santuy bersama istri, saya memikirkan apa saja yang saya lakukan selama kurang lebih sebulan.

 

Pertama, saya membuat daftar kebiasaan yang mau diterapkan.

Beberapa kebiasaan seperti bangun pagi, membuat to-do-list, mengevaluasi hari, membaca, menulis jurnal dan lainnya saya buat dalam sebuah daftar. Lalu saya pilih 5 hal yang ingin saya LACAK pencapaiannya setiap hari.

Inilah yang di sebut HABIT-TRACKER, alias melacak atau mencontreng kebiasaan yang kita ingin ‘lekatkan’ dalam kegiatan sehari-hari. Butuh waktu 30-90 hari agar sebuah kebiasaan tidaklah menjadi beban, tapi berjalan otomatis tanpa disadari.

 

Kedua, saya membuat jadwal aktivitas harian.

Dulu di sekolah, ketika kuliah, atau ketika anda masih bekerja, anda pasti punya jadwal yang rutin yang setiap hari harus diikuti. Masih ingat, kan?

Nah, masalah mulai muncul ketika anda sudah lulus atau mulai bekerja di rumah. Tiba-tiba anda punya waktu luang yang banyak sekali. Dan hidup anda mulai berantakan di luar kendali.

Hal tersebut karena anda tidak punya jadwal kegiatan apa saja yang akan anda lakukan setiap hari.

Jadwal atau SCHEDULE adalah tools yang paling bermanfaat untuk anda yang bekerja atau punya bisnis di rumah sendiri supaya hidup anda berada di jalur yang benar, karena ada batas yang tidak boleh dilanggar.

Tidak perlu terlalu sudah membuat jadwal, cukup anda buat dalam beberapa minggu ke depan, anda buat kerangkanya.

Misalnya seperti jadwal di bawah ini:

5-6 – Morning Routines.
6-9 – Kerja kreatif, menulis, merencanakan hari.
9-10 – Sarapan, free time.
10-12 – Kerja lagi
12-14 – Ishoma, free time.
14-17 – Kerja lagi.
16-21 – Free time.
21-23 – Evaluasi, menulis, belajar.

Tentu saja, jadwal ini bisa anda rombak sesuka hati, karena kesibukan kita semua berbeda.

 

Ketiga, mulai dengan kebiasaan minimal.

Kebiasaan minimal adalah terjemahan bebas yang saya berikan untuk konsep Atomic Habit.

Maksudnya adalah, kita perlu memulai dengan sesuatu yang sangat kecil sekali (sekecil atom!) agar sebuah kebiasaan baru yang ingin dicapati tidak menjadi beban dan kita tidak punya alasan untuk tidak mengerjakannya.

Contoh kebiasaan minimal adalah:

  1. Membaca buku (atau Qur’an) 1 lembar.
  2. Pushup 10 kali sebelum mandi. (Kalau nggak kuat, 3 kali deh…)
  3. Menulis 1 kalimat.
  4. Solat dhuha 2 rakaat.
  5. Sedekah 2 ribu rupiah.
  6. Posting promosi jualan 1 kali.
  7. Chat 1 orang untuk follow up.
  8. Jalan pagi 1 kali seminggu
  9. dll, dst.

Kalau anda merasa hal-hal tersebut ‘terlalu ringan’, abaikan saja.

Yang mau anda lakukan adalah melakukan kebiasaan minimal seperti contoh tadi selama minimal 30 hari.

Karena diawal, kita tidak ingin memberikan kesempatan untuk ‘diri kita yang pemalas dan penunda’ untuk berdalih bahwa hal tersebut berat dan tidak mungkin dilakukan.

Setelah beberapa minggu, secara alamiah anda akan merasa kalau kebiasaan tersebut ‘terlalu mudah’ dan kurang menantang. Baru anda bisa naikkan intesitas atau berat kebiasaan minimal tersebut secara perlahan. Dan pastikan anda bisa menyelesaikannya.

Kalau pun anda gagal, misalnya anda punya target menulis 300 kata setiap hari tetapi tidak tercapai..

Turunkan target anda dan maafkan diri anda yang telah gagal,.

Namun besok, tetap lanjutkan dengan target yang lebih ‘masuk akal’ dan berada dalam kemampuan anda saat itu.

Lakukan, evaluasi, sesuaikan, lalu teruskan.

~

Itulah tiga hal yang membuat saya bisa bertahan sampai sebulan, dan saya harapkan akan terus bisa saya jalankan, sampai ke akhir tujuan;

Menjadi NOMADIAN.

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

“Kebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.”

Merubah Identitas

“Anda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.”

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

​Full Ebook even includes following

​Donec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​vivera laoeet spien, quis ulla​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​sem mattis a Mae cenas la​

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

​con vallis sit amet cur susne​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​Start with our first chapter, ​Completely free​! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro