Cara Berdamai Dengan Diri Sendiri, Masa Lalu Dan Menerima Keadaan

The most dangerous distractions are the ones you love, but that don’t love you back.

Memulai sebuah kebiasaan itu mudah, semudah kita tertarik dengan iklan yang lewat di beranda sosial media. Yang sulit ternyata adalah mempertahankannya. Apalagi hari-hari kita yang dibombardir dengan banyaknya distraksi.

Selalu saja ada yang baru, yang menarik, yang keren, yang mendatangi kita. Sehingga bertahan dengan satu rencana, sepertinya tidak lagi mencukupi.

Bila anda termasuk orang yang mudah teralihkan, atau dalam bahasa umumnya disebut, tidak bisa fokus, maka tulisan ini untuk anda…

~

Sebagai makhluk dengan Mesin Kecerdasan Insting, saya adalah ahlinya-ahli dalam melakukan banyak hal dalam satu waktu, atau multitasking.

Menurut STIFIn, cara bekerja otak tengah yang dominan pada orang-orang ‘Klan Air’ seperti kami seperti pemain gelandang, selalu mencari peluang, responsif, oportunis dalam mencari kesempatan dan selalu beraksi secara spontan.

Makanya, seringkali rencana A yang saya susun pagi hari, siangnya sudah berubah menjadi rencana B, dan sorenya saya melakukan rencana Z. Parah banget ya?

Saking seringnya berubah, saya sudah merasa lebih bunglon daripada bunglon. Bila bunglon masih butuh waktu sekian menit untuk beradaptasi. Saya bisa dalam sekejap mata merubah rencana, tergantung situasi dan kondisi.

Kalau dalam pepatah Jawa;

‘Esuk dele, sore tempe’

~

Saya sudah belajar untuk menerima diri saya apa adanya. Artinya, ketidakfokusan dan gampang distraksi itu memang sudah menjadi bagian diri saya. Karena begitulah cara kerja otak saya secara alamiahnya.

Namun, saya perlu belajar untuk mengendalikan ke-insting-an saya, sebelum saya benar-benar menjadi sinting karenanya.

Dan setelah beberapa bulan mempelajari, beberapa hal ini mungkin bisa membantu anda untuk menjadi fokus, tanpa harus berubah menjadi orang lain. Karena inilah yang saya lakukan.

#1. Fokus pada VISI, bukan pada hanya aksi.

Visi ini adalah sesuatu yang menjadi tujuan anda dalam hidup, yaitu sebuah North Star (bintang terang di utara yang menjadi rujukan pelaut bila tersesat) yang anda tahu merupakan ‘tugas spesifik’ yang anda emban sebagai manusia, khalifah di bumi.

Saya percaya bahwa setiap kita mempunyai tujuan mengapa kita diciptakan. Memang menemukannya perlu waktu apa peran yang ingin anda mainkan. Tetapi sekali anda mengetahuinya, jalan hidup anda jadi lebih terarah.

Bagaimana menemukan ‘bintang terang’ anda?

Ada banyak cara, ada banyak jalan, dan mungkin tidak semuanya mudah dilalui. Tapi saya menemukan ‘petunjuk’ terhadap bintang terang saya setelah mengikuti tes STIFIn pada tahun 2017.
Saya baru benar-benar mengetahuinya setelah beberapa waktu; bahwa saya ingin menjadi orang yang bermanfaat dengan mengajarkan apa yang saya tahu tentang digital marketing dan bisnis secara umum.

Saya akan merasa bahagia bila ada orang yang mempraktekkan apa yang diajarkan, dan mendapatkan hasil dari praktek dan usaha mereka sendiri.

Dan saya ingin membangun sebuah komunitas belajar, dimana setiap orang di dalamnya berkenan untuk saling berbagi cerita dan pengalaman.

Itulah mengapa butuh waktu yang lama saya merencanakan untuk membangun Nomadian.

Dalam perjalanan menemukan visi inilah kadang anda harus beraksi dan mengambil tindakan.

Seringnya sih anda berkali-kali salah jalan. Sehingga anda jadi sering merasa gagal.

Padahal, bila anda paham bahwa memang itulah jalan untuk berhasil, maka anda tidak akan berhenti dan putus asa.

Karena, jalan yang penuh liku itulah jalannya.

The obstacle IS the way…

#2. Berpikir jangka panjang, minimal satu dekade.

Ketika menentukan sebuah goal, entah itu ingin memiliki bisnis, atau karir yang menanjak, kita cenderung untuk melihatnya dalam jangka waktu yang pendek.

Tidak jarang malah yang bertanya ke saya bagaimana caranya menghasilkan uang dalam waktu secepatnya, kalau perlu tindakan hari ini, besok sudah ada hasilnya.

Kacamata jangka pendek ini sebenarnya sangat berbahaya. Karena kita jadi tidak menghargai proses. Dan kita menganggap semua orang yang berhasil itu karena mereka menggunakan cheat ‘trik curang’, atau karena dia begini-begitu, bahkan mulai berpikir negatif kalau orang kaya pasti ‘jahat’.

Padahal, kacamata kita yang salah. Mindset kita yang belum benar.

Harusnya, kita berpikir dalam jangka panjang. Bahwa butuh WAKTU untuk berangkat dari titik A ke titik B.

Perjalanan itu pun akan berbeda durasinya, tergantung apa yang kita bawa, kemampuan kita berkendara, halangan di jalan, dan lainnya.

Saya baru ‘ngeh’ terhadap hal ini pada awal tahun 2020 lalu.

Ya, selama ini saya mereview hidup saya dari tahun ke tahun, dan merasa ‘gagal’ karena saya merasa tiap tahun tidak ada progress yang berarti dalam hidup saya.

Tapi…

Ketika saya ditantang untuk melihat hidup saya 10 tahun ke belakang, pada tahun 2010, saya bisa melihat perbedaan yang jauh dalam diri saya yang dulu dengan sekarang.

Ingatkah anda, 10 tahun yang lalu anda dimana? Melakukan apa? Apakah anda yang dulu sama dengan diri anda yang sekarang?

Lalu bayangkan apa yang bisa anda capat minimal 10 tahun lagi, satu dekade lagi? Apakah anda bisa merasakan semangat yang menjalar dalam hati?

Ingat…

Setiap orang memiliki ‘jam tayang’ sendiri-sendiri.

Berhenti membandingkan kegagalan anda dengan kesuksesan orang lain, karena bisa jadi 10 tahun yang lalu, orang tersebut berada di fase anda saat ini, dan anda bisa jadi seperti dia, bahkan lebih, 10 tahun lagi.

#3. Miliki sistem, bukan sekedar goal.

Memiliki goal, bahkan 10x goal (sepuluh kali lipat), belakangan ini sangat didengung-dengungkan. Padahal, memiliki goal itu adalah salah satu penyebab utama kegagalan.

Ya, memiliki goal saja, tanpa sistem yang teruji, itu berbahaya.

Ibarat saja, anda saat ini ingin mencapai sebuah goal, ingin punya omset 100 juta per bulan.

Goal tersebut anda tulis di whiteboard kecil di samping meja kerja anda supaya anda bisa lihat setiap hari, ingat tiap saat.

Anda juga melakukan visualisasi bila di akhir bulan anda berhasil mencapai goal tersebut, anda akan membawa keluarga anda untuk jalan jalan, makan di restoran, atau menginap semalam di hotel idaman.

Setelah anda semangat, lalu membuka mata kembali ke dunia nyata, dan anda bingung mau mengerjakan apa.

Itulah kesalahan yang saya sadari ketika dulu saya sering disuruh membuat goal, atau bahkan dream book. Dan tetap saja di akhir tahun, goal tersebut tidak ada yang menjadi nyata.

Bukan karena goalnya salah, atau mimpinya ketinggian, tetapi karena saya tidak membangun sebuah SISTEM yang bisa dieksekusi setiap hari.

Sistem tersebut adalah kebiasaan yang setiap hari anda lakukan. To-do-list yang berhasil anda selesaikan. Jadwal aktifitas harian yang anda terapkan.

Anda tidak menjadi berhasil hanya karena mempunyai goal yang tinggi. Anda gagal karena mengikuti sistem yang anda miliki.

“You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems.

Tiga hal tersebut adalah beberapa hal yang yang saya lakukan untuk berdamai dengan kenyataan. Menerima masa lalu dan berjalan menuju masa depan.

Sampai sekarang, saya masih juga sering terdistraksi. Namun saya punya ‘tali’ yang mengembalikan saya kembali ke jalur yang benar.

Sudahkah ‘tali’ tersebut anda miiliki?

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

“Kebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.”

Merubah Identitas

“Anda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.”

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

​Full Ebook even includes following

​Donec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​vivera laoeet spien, quis ulla​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​sem mattis a Mae cenas la​

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

​con vallis sit amet cur susne​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​Start with our first chapter, ​Completely free​! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro