Bukan Kesalahan Yang Pertama, Tapi Yang KEDUA Lebih Berbahaya

Dua minggu belakangan, saya mengalami banyak kegagalan…

Gagal menulis 2 artikel di blog setiap minggu.

Gagal mengirim email setiap hari.

Gagal rutin workout dan lari.

Bahkan gagal buat bangun pagi.

Semuanya itu, berawal dari satu kesalahan kecil dan sangat sepele; BEGADANG!

~

Jangan Lengah, Kebiasaaan yang Belum Otomatis Bisa Saja Berubah.

Dua minggu lalu, saya terpaksa begadang karena alasan tertentu.

Sejak akhir Ramadhan lalu, saya membiasakan diri untuk tidur lebih cepat, seringnya jam 9 sudah ngantuk, paling telat jam 12 malam, itu pun hampir tidak pernah.

Saya melakukan itu karena saya ingin menjaga kebiasaan bangun pagi yang sudah terbentuk sejak bulan puasa, karena sahur tentunya.

Setelah melewati 30 hari, saya merasa yakin bahwa kebiasaan bangun pagi ini sudah ‘otomatis’ dan tidak akan berubah lagi, bahkan saya sudah tidak masukkan kebiasaan ini ke dalam Habit Tracker, saking pedenya.

Hingga malam itu tiba, dimana saya harus melek sampai jam dua pagi.

Keesokan harinya, saya terlambat bangun, itupun lanjut tidur lagi setelah subuh.

Lalu, kebiasaan saya menulis akhirnya tertunda, karena saya terbiasa menulis sebelum jam 10 di jam saya merasa paling kreatif.

Karenanya, saya terpaksa lanjutkan menulis di malam hari, yang seharusnya digunakan untuk belajar dan riset.

Keesokannya lagi, saya jadi telat bangun lagi, merasa lelah dan membatalkan lari pagi, bahkan malah kembali tidur dengan harapan bisa menambah energi, dan semuanya menjadi rotasi; lingkaran kegagalan hari demi hari.

Dari satu kesalahan yang awalnya sepele, menjadi bola salju yang bikin saya memble.

 

Kalah Perang Gara-Gara PAKU

Saya jadi teringat satu scene dari film Too Fast Too Furious: Tokyo Drift, ketika pamannya D.K, yang Yakuza itu menasehati keponakannya:

“Karena kehilangan paku, sepatu kuda tidak terpasang sempurna. Karena sepatunya goyang, kuda berlari kurang kencang. Karena terlambat, pesan rahasianya tidak tersampaikan. Karena informasinya kurang, jadinya kalah perang”

Kurang lebih, itulah yang terjadi kemarin.

Mungkin anda juga pernah mengalami hal yang sama? Melakukan kesalahan kecil yang kemudian membesar dan liar entah jadi apa?

 

Jangan Salah DUA KALI.

Satu hal yang saya sadari setelah semua ini terjadi adalah, sebenarnya bukan begadang yang membuat saya gagal.

Memang, sehari setelahnya saya merasa lelah, dan merasa butuh untuk tidur lebih lama keesokan harinya.

Tetapi, yang membuatnya menjadi makin parah adalah keputusan yang saya ambil hari berikutnya. Ketika pagi itu saya harus memilih untuk tidur lagi atau berolahraga.

Kesalahan yang KEDUA inilah yang FATAL.

Karena kesalahan pertama, itu adalah hal yang normal dan manusiawi, tetapi kesalahan kedua, itu adalah permulaan dari pola kebiasaan baru.

“Missing once is an accident. Missing twice is the start of a new habit.”

Dan rumus kebiasaan kecil akan berlaku dua arah, kebiasaan mini yang baik akan membesar ketika dipupuk, sebegitu juga kebiasaan mini yang buruk.

 

Temukan Jalan Kembali.

Membuat sebuah kebiasaan memang membutuhkan konsistensi. Tetapi, konsisten bukan berarti harus sempurna.

Kita seharusnya memperlakukan kegagalan seperti seorang ilmuwan. Bagi mereka, kegagalan itu merupakan hal yang sama penting dengan keberhasilan.

Ketka melakukan riset dan analisa, seorang ilmuwan akan mencoba membuktikan hipotesa yang dia miliki. Dan setiap kali pembuktian tersebut gagal, dia akan memperlakukan kegagalan tersebut sebagai sebuah DATA.

Lihat, bukan dia sebagai ilmuwan yang gagal, tapi hipotesanya-lah yang salah.

Bahkan semakin banyak dia mengumpulkan DATA, entah gagal atau berhasil, penelitiannya akan menjadi lebih VALID.

Kita perlu memiliki mental ilmuwan dalam memperlakukan kebiasaan yang sedang kita bentuk.

Bukan diri kita yang gagal, tapi mungkin cara kerja kita yang belum benar.

 

Kembali Kepada Sistem.

Seperti pesawat yang sedang terbang, kadangkala kita tergoda untuk mengaktifkan fitur autopilot dan berharap kita akan sampai dengan tujuan begitu saja.

Padahal, kita perlu melakukan pengecekan dan koreksi berkala, apakah arah terbang kita benar dan tidak melenceng?

Begitu juga dengan kebiasaan.

Kita perlu membuat sebuah ‘patokan’ agar tahu kalau kita tidak kesasar dan kehilangan arah. Patokan tersebut juga perlu kita periksa secara berkala, supaya kita tetap tahu sudah berada dimana, dan menuju kemana.

Bagi saya, patokan tersebut adalah Habit Tracker.

Anda juga bisa menggunakan Jadwal Harian, To Do List, atau apapun yang bisa membantu anda merancang sistem yang cocok untuk anda gunakan.

Dan jangan lupa, sadari penyebab kegagalan anda, lalu hindari melakukan hal yang sama lebih dari dua kali.

Hai… Tunggu Sebentar!

Mau ikut tantangan 30 Hari Membangun Atomic Habit (Kebiasaan Mini) Yang Meningkatkan Diri Anda 1% (Satu Persen) Lebih Baik Dari Kemarin?

Rubah Diri Anda

Jadi orang baru dengan meninggalkan kebiasaan lama.

Sistem yang Teruji

Langkah demi langkah untuk berbenah.

Diri Anda Yang Terbaik

Kebiasaan baik akan membuat anda jadi orang yang lebih baik.

Tingkatkan PRODUKTIFITAS

Optimasi diri anda menjadi 1% lebih baik dari kemarin.

BUKU BESTSELLER MENURUT

Atomic Habit Best Seller

Prinsip Compound Effects

“Kebiasaan adalah ‘bunga-berbunga’ dari pengembangan diri. Sebagaimana uang yang berkembang biak menggunakan prinsip Compound Interest (bunga yang menghasilkan bunga lagi), efek dari kebiasan juga berkembang berkali-lipat setiap kali anda mengulanginya. Kebiasaan anda sepertinya hanya membuat sedikit perubahan bila dilihat dari hari ke hari, namun hasil yang anda dapatkan setelah berbulan-bulan menjalankannya akan sangat jauh berbeda.”

Merubah Identitas

“Anda mungkin memulai sebuah kebiasaan karena motivasi tertentu, tetapi perubahan sebenarnya adalah ketika kebiasaan tersebut ‘menempel’ menjadi bagian diri anda. Proses membentuk kebiasaan adalah proses membentuk identitas anda.”

Dapatkan Panduan Langkah Demi Langkah Untuk Berubah

Buku Atomic Habit adalah salah satu buku yang membantu saya untuk ‘Back On Track’ setelah mengalami kegagalan dalam hidup dan bisnis.

Apa yang diajarkan di buku ini berupa panduan dan strategi untuk membangun kebiasaan mini (sekecil atom) yang bila dilakukan terus akan merubah diri anda menjadi lebih baik setiap hari.

Di tantangan 30 Hari Atomic Habit Challenge, saya akan kirimkan materi dari buku tersebut yang bisa anda eksekusi saat ini juga. Masukkan email anda untuk mengikutimya!

​Full Ebook even includes following

​Donec vel leo viverra, laoreet

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

amet, rutrum risus. hasel lus

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

vehicula nunc. Pellentesque

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​vivera laoeet spien, quis ulla​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​sem mattis a Mae cenas la​

​Morbi semper vulputate tincidunt. Mauris sodales.

​con vallis sit amet cur susne​

Lorem ipsum dolor sit amet, onsec tetur adipiscing elit.

​Start with our first chapter, ​Completely free​! Learn first step in becoming digital nomad!

Copyright 2020 by Om Andro